Farmasi UMS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Jepang, Buka Peluang Emas untuk Mahasiswa dan Dosen
Surakarta- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas jejaring internasionalnya dengan menjalin kemitraan strategis bersama Nihon Pharmaceutical University (NPU), salah satu perguruan tinggi farmasi terkemuka di Jepang. Kolaborasi ini menjadi pintu gerbang bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa UMS untuk mengakses dunia riset dan pendidikan farmasi berkelas global.

Baca Juga : Adi Wiryatama Ingin Petani Memperkuat Posisi Dalam Menghadapi Tantangan Pasar
Tiket Emas Menuju Dunia Akademik Internasional
Dekan Fakultas Farmasi UMS, Prof. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D., menyebut kerja sama ini sebagai “tiket emas” bagi UMS untuk menapaki panggung akademik dunia. “Jepang adalah pusat inovasi farmasi terdepan. Dengan bermitra langsung dengan NPU, mahasiswa dan dosen UMS bisa belajar, melakukan riset, dan berkolaborasi di jantung kemajuan sains farmasi global,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup tiga aspek utama Tri Dharma Perguruan Tinggi:
-
Pendidikan – Pertukaran mahasiswa (S1, S2, S3) dan program magang di NPU dan Josai University.
-
Penelitian – Riset kolaboratif, publikasi internasional, dan pemanfaatan fasilitas laboratorium berteknologi tinggi.
-
Pengabdian Masyarakat – Program pengembangan farmasi berbasis kebutuhan global.
Mengapa NPU?
NPU dipilih karena reputasinya sebagai kampus farmasi dengan fasilitas riset berstandar dunia dan kurikulum yang diakui secara internasional. Rekomendasi ini datang langsung dari Dr. Daryono Hadi Tjahjono, Presiden Asian Association of Schools of Pharmacy (AASP), yang juga membuka peluang bagi perguruan tinggi Indonesia untuk membangun kemitraan global.
Dalam kunjungan resmi Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), sebanyak 25 universitas farmasi Indonesia turut menandatangani kerja sama serupa. Namun, UMS menjadi salah satu yang paling menonjol berkat kesiapan infrastruktur akademik dan reputasinya di kancah nasional maupun internasional.
Fase Awal: Visiting Professor dan Bimbingan Bersama
Pada tahap awal, kerja sama akan difokuskan pada:
✔ Program Visiting Professor – Dosen NPU akan memberikan kuliah dan pelatihan di UMS.
✔ Joint Supervision – Pembimbingan bersama untuk mahasiswa pascasarjana UMS dan NPU.
✔ Pertukaran Mahasiswa – Kesempatan magang dan riset singkat di Jepang.
“Target jangka panjang kami adalah meningkatkan jumlah publikasi internasional dan riset kolaboratif yang menjawab tantangan industri farmasi dunia,” tegas Erindyah.
UMS Aktif di Konferensi Internasional AASP 2025
Selain penandatanganan MoU, delegasi UMS juga berpartisipasi aktif dalam International Conference AASP 2025 di Jepang. Mereka mempresentasikan hasil penelitian terbaru sekaligus menjalin komunikasi intensif dengan akademisi dari berbagai negara.
Tak hanya itu, rombongan UMS juga mengunjungi laboratorium riset NPU dan Josai University untuk melihat langsung penerapan teknologi mutakhir yang bisa diadopsi di Indonesia. “Kami ingin membawa pulang pengetahuan dan metode terbaik untuk memperkuat pendidikan farmasi di tanah air,” ujar Erindyah.
Visi Besar UMS: Bukan Hanya Penonton, Tapi Pemain Global
Kerja sama ini selaras dengan visi sebagai universitas berdaya saing internasional. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di kancah global, melainkan pemain aktif yang berkontribusi nyata bagi kemajuan sains farmasi,” tegas Erindyah.
“Ini bukan sekadar prestasi Fakultas Farmasi, tapi juga langkah nyata untuk memajukan pendidikan tinggi farmasi Indonesia,” pungkasnya.
Dengan langkah strategis ini, UMS semakin memperkuat posisinya sebagai universitas berbasis penelitian (research university) yang mampu bersaing di kancah internasional. Mahasiswa dan dosen kini memiliki jalan terbuka untuk mengembangkan diri di salah satu pusat sains farmasi terbaik dunia.





