, ,

Tragedi di Rel Tanpa Palang Pintu Mobil Hancur Diterjang KA

oleh -2880 Dilihat

Tragedi Maut di Perlintasan Kereta: Mobil Tertabrak KA Batara Kresna di Wonogiri, 1 Tewas dan 5 Luka-Luka

Surakarta- Tragedi Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Mobil Daihatsu Agya bernomor polisi T1759GP tertabrak kereta api Batara Kresna di Dusun Ngaliyan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Insiden ini menewaskan seorang penumpang dan melukai lima orang lainnya, termasuk dua anak-anak.

Tragedi di Rel Tanpa Palang Pintu Mobil Hancur Diterjang KA
Tragedi di Rel Tanpa Palang Pintu Mobil Hancur Diterjang KA


Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Karakter Kecerdasan Tak Ada Arti Tanpa Akhlak Mulia

Kronologi Kejadian yang Memilukan

Menurut keterangan Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo yang disampaikan melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo dan Kasatlantas AKP Subroto, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.58 WIB.

Saat itu, mobil Daihatsu Agya yang membawa enam penumpang sedang melaju dari arah timur ke barat. Mereka hendak berbelanja keperluan untuk perayaan HUT RI ke-80 di kampung mereka. Di dalam mobil tersebut, terdapat dua anak-anak dan empat orang dewasa, termasuk sopir bernama Marino Susanto (56), seorang perantau asal Karawang, Jawa Barat, yang sedang pulang kampung untuk membantu persiapan 17 Agustusan.

Tanpa disadari, kereta api Batara Kresna meluncur dengan kecepatan sekitar 68 km/jam dari arah Solo menuju Wonogiri. Diduga, sopir tidak melihat atau menyadari kedatangan kereta dari sisi kanan mobil. Akibatnya, KA Batara Kresna menabrak bagian kanan mobil hingga terseret sejauh 34 meter ke arah selatan.

Korban Jiwa dan Evakuasi

Dampak tabrakan tersebut sangat parah. May Rizqiyani (34), seorang penumpang yang duduk di sisi kanan belakang mobil, tewas di tempat akibat benturan keras. Sementara lima penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

May dibawa ke RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka lainnya mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah Nambangan Selogiri.

“Kondisi korban masih shock, sehingga belum bisa dimintai keterangan. Hanya satu orang yang sudah sadar. Yang meninggal dunia satu orang,” jelas AKP Subroto.

Faktor Penyebab Kecelakaan

Perlintasan di KM 25+9/0 Dusun Ngaliyan diketahui tidak memiliki palang pintu dan hanya mengandalkan rambu peringatan. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang kurang waspada atau tidak familiar dengan jalur tersebut.

Selain itu, faktor keterbatasan visibilitas dan kecepatan kereta yang cukup tinggi diduga menjadi pemicu tragedi ini. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah ada kelalaian dari pengemudi mobil atau faktor teknis lainnya.

Duka Warga dan Imbauan Keselamatan

Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga setempat. May Rizqiyani, korban yang meninggal, dikenal sebagai warga Desa Gemantar yang aktif dalam kegiatan sosial.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di perlintasan kereta api, terutama di jalur yang tidak memiliki palang pintu otomatis. Masyarakat diimbau untuk:

  1. Selalu berhenti dan melihat kedua arah sebelum melintas.

  2. Tidak memaksakan diri melewati rel saat kereta sudah terlihat atau terdengar.

  3. Memastikan tidak ada gangguan konsentrasi saat berkendara di area rawan.

Update terbaru menyatakan bahwa proses evakuasi telah selesai, dan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.