, ,

Santri Al Mukmin Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan, TNI-Polri Hadir Beri Semangat

oleh -1867 Dilihat
Oplus_131072

Santri Al Mukmin Ngruki Kibarkan Semangat Kemerdekaan dalam Upacara Penuh Khidmat

Surakarta- Ratusan santri Pondok Pesantren Santri Al Mukmin Ngruki mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan dengan menggelar upacara bendera yang khidmat dan penuh makna. Berbalut jubah putih, mereka berdiri tegak, menyimak setiap detil prosesi upacara yang digelar di halaman pesantren, mengingatkan kembali semangat perjuangan para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Santri Al Mukmin Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan, TNI-Polri Hadir Beri Semangat
Santri Al Mukmin Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan, TNI-Polri Hadir Beri Semangat

Baca Juga :  Tragedi di Rel Tanpa Palang Pintu Mobil Hancur Diterjang KA

Upacara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat teras TNI-Polri, antara lain Kolonel Muhammad Arry Yudistira (Danrem 074/Warastratama), Letkol Inf Supri Siswanto (Dandim 0726 Sukoharjo), dan AKBP Anggaito Hadi Prabowo (Kapolres Sukoharjo). Turut hadir pula pimpinan Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin, pengurus yayasan, serta para guru dan staf pondok pesantren. Kehadiran mereka semakin menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, TNI, dan Polri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Pesan Perjuangan dari Inspektur Upacara

“17 Agustus adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini diraih berkat perjuangan para pendiri bangsa, termasuk para ulama dan santri yang berada di garda terdepan. Pondok pesantren, termasuk Al Mukmin Ngruki, adalah bagian dari kekuatan moral dan spiritual bangsa. Banyak tokoh besar lahir dari rahim pesantren,” tegas Danrem.

“Jika ada yang mengatakan santri hanya mengurusi agama, sejarah membuktikan bahwa santri adalah pejuang, dan pesantren adalah benteng NKRI,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pesan Kemerdekaan dari Pimpinan Pesantren

Usai upacara, Ust. Yahya Abdurrahman, Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, menyampaikan pesan mendalam tentang makna kemerdekaan. “Kemerdekaan ini dibayar dengan darah syuhada. Maka, tugas kita sekarang adalah mengisinya dengan akhlak mulia, ilmu yang bermanfaat, dan pengabdian untuk negeri,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh santri untuk terus meneladani semangat para pahlawan, tidak hanya melalui ritual upacara, tetapi juga dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Makanan Bergizi Gratis untuk 500 Santri

Suasana semakin meriah saat para santri dengan tertib menerima makanan, sambil tetap menjaga kedisiplinan dan kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara keluarga besar Al Mukmin Ngruki.

Pesantren sebagai Garda Terdepan Pendidikan dan Kebangsaan

Upacara ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya mencetak generasi religius, tetapi juga generasi yang cinta tanah air. Al Mukmin Ngruki, dengan tradisi keilmuannya yang kuat, terus berkomitmen melahirkan kader-kader bangsa yang unggul dalam iman, ilmu, dan pengabdian.

Santri Berbagi dengan Warga Sekitar

Mengusung semangat kepedulian, puluhan santri bergerak ke lingkungan sekitar pesantren untuk membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu.

Diskusi Kebangsaan: Menguatkan Rasa Cinta Tanah Air

Sore harinya, para santri menggelar diskusi interaktif bertema “Peran Santri di Era Modern” dengan menghadirkan pemateri dari kalangan TNI, akademisi, dan tokoh masyarakat. Diskusi berlangsung hangat, dengan banyak santri aktif menyampaikan pandangan mereka tentang bagaimana generasi muda bisa berkontribusi untuk Indonesia.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Santri harus terlibat dalam memajukan bangsa, baik melalui pendidikan, sosial, maupun teknologi,” tegas Siti, salah satu santriwati yang antusias mengikuti sesi ini.

Pentas Seni: Kreativitas sebagai Wadah Ekspresi

Malam harinya, halaman pesantren berubah menjadi panggung spektakuler. Para santri menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari teatrikal perjuangan, pembacaan puisi bertema nasionalisme, hingga marawis dan nasyid. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan.

Komitmen untuk Terus Berkarya

Para santri sepakat bahwa perjuangan kini bergeser dari medan perang ke medan ilmu, teknologi, dan moral.

“Kami akan terus belajar, berinovasi, dan berkarya agar bisa membawa nama baik pesantren dan bangsa,” kata Farhan, perwakilan santri.

Dengan rangkaian kegiatan ini, Al Mukmin Ngruki membuktikan bahwa pesantren bukan hanya tempat mengaji, tetapi juga kawah candradimuka untuk mencetak generasi tangguh yang siap membawa Indonesia ke puncak kejayaan. Merdeka

Pameran Budaya: Memperkenalkan Kekayaan Sangihe kepada Generasi Muda

Di halaman Kantor Dikbud Sangihe, stan-stan budaya berdiri dengan rapi, memamerkan berbagai hasil kerajinan tangan, pakaian adat, dan kuliner khas Sangihe. Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan karo (anyaman tradisional) serta mencicipi hidangan lokal seperti bannang dan lalampa.

“Kami sengaja menggelar pameran ini agar anak-anak muda tidak melupakan akar budayanya.

Lomba Tradisional dan Pentas Seni: Ajang Kreativitas Pelajar

Suara tawa dan sorak-sorai memenuhi lapangan saat puluhan pelajar SD hingga SMA berlomba dalam balap karungtarik tambang, dan makan kerupuk. Tidak hanya seru, lomba-lomba ini juga mengajarkan nilai kerja sama dan sportivitas.

Sementara itu, di panggung utama, kelompok-kelompok seni sekolah unjuk kebolehan dengan tarian tradisional seperti tari gunde dan musik bambu. Penampilan mereka memukau penonton, membuktikan bahwa generasi muda Sangihe tetap mencintai kesenian daerah meskipun zaman terus berubah.

Aksi Nyata untuk Pendidikan: Penyerahan Beasiswa dan Bantuan Perlengkapan Sekolah

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Julien Manangkalangi menyerahkan beasiswa kepada 50 pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Sangihe yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Beasiswa ini adalah bentuk nyata komitmen kami,” ujar Julien.

Komitmen Berkelanjutan: Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Budaya

  • Festival Budaya Sangihe tahunan untuk mempromosikan pariwisata lokal.

  • Pelatihan guru berbasis teknologi agar pembelajaran lebih interaktif.

  • Pembentukan sanggar seni di setiap kecamatan sebagai wadah ekspresi kreatif anak muda.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, Sangihe bisa menjadi contoh bagaimana memadukan kemajuan pendidikan dengan pelestarian budaya,” tegas Julien.

Semangat yang Tak Pernah Padam

Perayaan HUT RI ke-80 di Sangihe bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dalam setiap langkah masyarakat. Dari upacara khidmat hingga aksi sosial, semua terlaksana berkat gotong royong dan kecintaan terhadap tanah air.

“Merdeka bukan berarti berhenti berjuang, justru ini saatnya kita bekerja lebih keras untuk memajukan Sangihe dan Indonesia,” pungkas Julien, mengakhiri perayaan dengan optimisme tinggi.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.