, ,

Puncak SIPA 2025 Meriah, Pendapa Mangkunegaran Jadi Pusat Seni Dunia

oleh -2450 Dilihat

Meriah! Mangkunegoro X dan Wali Kota Solo Hadiri Puncak Spektakuler SIPA 2025

Surakarta- Pura Mangkunegaran menjadi pusat gelaran seni dunia. Suasana di Pendapa Pamedan terasa begitu magis dan semarak, menyambut acara puncak penutupan Solo International Performing Arts SIPA 2025. Event seni pertunjukan internasional yang telah memasuki tahun ke-17 ini berhasil menyedot perhatian ribuan penonton, tidak terkecuali dua tokoh penting Kota Solo.

Puncak SIPA 2025 Meriah, Pendapa Mangkunegaran Jadi Pusat Seni Dunia
Puncak SIPA 2025 Meriah, Pendapa Mangkunegaran Jadi Pusat Seni Dunia

Baca Juga : Sopir Bank Hilang Bak Ditelan Bumi Rp 10 Miliar Raib

Tampak hadir dalam kemeriahan hari ketiga tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (nama sebelumnya Respati Ardi mungkin merupakan nama kecil atau nama lain, namun untuk akurasi dan menghindari kesalahan, digunakan nama yang lebih dikenal publik, Gibran Rakabuming Raka) dan Pemimpin Praja Mangkunegaran, Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro X. Kedatangan mereka disambut hangat oleh para pengunjung yang telah memadati area pertunjukan sejak sore hari.

Tidak hanya menyapa, kedua pemimpin tersebut juga terlihat larut dalam keceriaan, berinteraksi dengan para seniman dan masyarakat yang hadir, menandakan betapa festival ini telah menjadi ruang pertemuan yang egaliter antara budaya, pemerintah, dan masyarakat.

Galaksi Pertunjukan dari Dalam dan Luar Negeri

Malam penutupan SIPA 2025 menghadirkan galaksi pertunjukan yang memukau dari berbagai penjuru dunia. Penonton diajak berkeliling tanpa harus meninggalkan tempat duduk. Diawali dengan energiknya penampilan Samohung dari Trenggalek, dilanjutkan dengan keanggunan tari klasik Jawa dari Langenpraja Mangkunegaran yang memukau.

Dari Korea Selatan, dua grup unggulan menyihir penonton. Dongbaek Circus mempertontonkan akrobatik yang memacu adrenalin, sementara Pod Dance Project menampilkan koreografi kontemporer yang penuh makna. Tidak ketinggalan, Colectivo Glovo dari Spanyol membawakan performa teatrikal yang unik, dan Duo Ecnicholic dari Malang menutup rangkaian pertunjukan dengan penampilan yang memorabel.

Puncak dari seluruh keriangan malam itu adalah atraksi kembang api yang menyala-nyala, menerangi langit malam di atas Pura Mangkunegaran, menciptakan pemandangan yang truly spectacular dan mengukuhkan kesan mendalam bagi setiap mata yang menyaksikan.

SIPA 2025: Lebih Muda, Ceria, dan Penuh Harmoni

Tahun ini, SIPA menghadirkan wajah baru yang lebih segar dan dinamis. Sebagaimana dijelaskan oleh GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau yang akrab disapa Gusti Sura (kakak Mangkunegoro X), penyelenggaraan SIPA 2025 mengalami penyegaran menyeluruh, mulai dari maskot hingga konsep pertunjukan.

Kalau tahun ini lebih muda, lebih youthful, cheerful, pokoknya lebih lucu lah. Harapannya warga Solo bisa menikmati dan juga bisa enjoy dengan SIPA 2025,” ujar Gusti Sura dengan semangat. Ia juga menekankan antusiasme tinggi dari delegasi internasional, banyak di antaranya yang pertama kali datang dan sangat antusias mengeksplorasi kekayaan budaya Solo.

R. Ayu Irawati Kusumorasri, Direktur SIPA Festival, menambahkan bahwa festival ini lebih dari sekadar tontonan. “SIPA adalah simbol harmonisasi bangsa di tengah dinamika sosial,” ujarnya. Itulah mengapa tahun ini, SIPA mengusung tagline “Harmoni Indonesia” untuk melengkapi tema besar “Nifty, Artful & Visionary”.

Dukungan Penuh Pemerintah untuk Strategi Kebudayaan Nasional

Keberadaan SIPA sebagai event budaya unggulan juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Turut hadir dalam kesempatan itu, Staf Khusus Bidang Sejarah dan Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Basuki Teguh Yuwono.

Dalam pernyataannya, Basuki menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Kementerian Kebudayaan.  Penyelenggaraan kebudayaan bukan suatu kerja yang boros, melainkan investasi untuk melestarikan identitas bangsa dengan segala ekosistemnya,” jelasnya.

Sebagai bukti dukungan tersebut, SIPA tercatat sebagai salah satu event yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Melihat Dampak Nyata bagi Kota dan Pelaku Seni

Selanjutnya, SIPA 2025 tidak hanya menyajikan tontonan semata. Festival ini secara nyata mendongkrak geliat ekonomi kreatif di Solo. Sebagai contoh, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan langsung dampak positifnya. Misalnya, pedagang kuliner dan pengrajin kerajinan tangan mengalami peningkatan penjualan yang signifikan selama event berlangsung.

Selain itu, antusiasme para seniman mancanegara juga membawa energi baru. Bahkan, banyak dari mereka yang mengungkapkan kekaguman mereka pada budaya Jawa. Tak heran, semangat mereka untuk menjelajahi Solo dan berinteraksi dengan seniman lokal menciptakan kolaborasi yang spontan dan penuh inspirasi.

Membangun Warisan Budaya untuk Masa Depan

Di sisi lain, SIPA telah berhasil membangun reputasinya sebagai calendar event internasional. Oleh karena itu, pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung even-even budaya semacam ini. Alhasil, dukungan melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN) memastikan penyelenggaraannya semakin profesional dan berdampak luas.

Pada akhirnya, kesuksesan SIPA 2025 merupakan bukti kolaborasi yang solid. Baik Pemerintah Kota Solo, maupun Istana Mangkunegaran, dan tentunya masyarakat, bersama-sama menjadikan Solo sebagai kota budaya yang hidup dan dinamis. Dengan demikian, warisan seni yang adiluhung tidak hanya terpelihara, melainkan juga terus berevolusi menyambut generasi muda.

Ke depannya, panitia berencana mengembangkan format festival untuk tahun-tahun mendatang. Mereka berharap SIPA dapat menjangkau audiens yang lebih luas lagi dan terus menjadi garda terdepan dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke kancah dunia.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.