Pulih Pasca Demo, Solo Kembali Berdenyut: Lalu Lintas Normal Meski Jejak Kerusakan Masih Terlihat
Surakarta- Suasana Kota Solo pada Sabtu (30/8/2025) pagi menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca aksi unjuk rasa yang sempat memanas sehari sebelumnya. Arus lalu lintas di seputaran kota, termasuk di titik-titik pusat keramaian, telah kembali normal dan lancar. Kendaraan roda dua, roda empat, hingga pesepeda kembali bisa melintas tanpa hambatan berarti, menandakan kehidupan warga kota pelajar ini telah berangsur pulih.

Baca Juga : Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik dan Jatuh dari Ketinggian di Mojosongo
Pantauan Espos melalui rekaman CCTV Dinas Perhubungan Kota Solo sekitar pukul 08.00 WIB memperlihatkan aktivitas lalu lintas yang cukup padat namun lancar di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Balai Kota. Meski demikian, bekas-bekas aksi malam sebelumnya masih jelas terlihat. Beton pembatas jalan (median) yang rusak dan hancur masih bergelimpangan di beberapa titik, menjadi saksi bisu kerusuhan yang terjadi.
Di lokasi tersebut, sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo tampak sigap membersihkan puing-puing dan sisa-sisa kerusakan, berupaya mengembalikan wajah kota secepat mungkin. Situasi serupa juga terpantau di kawasan strategis lainnya, seperti Jalan Adi Sucipto depan Gedung DPRD Kota Solo. Meski padat, arus kendaraan di dua jalur utama tetap lancar dan tidak terjadi kemacetan yang berarti.
Aksi Solidaritas yang Berujung Kerusakan
Aksii demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) malam awalnya digelar sebagai bentuk solidaritas untuk rekan sesama driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), yang meninggal dunia dalam insiden tragis dengan kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Aksi yang dipusatkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, dari Balai Kota hingga Bundaran Gladak, mulai mereda menjelang pukul 23.00 WIB.
Massa pun berangsur-angsur membubarkan diri. Namun, proses pembubaran ini tidak berjalan mulus bagi semua peserta. Laporan menyebutkan beberapa orang tumbang akibat kelelahan dan ada yang mengalami cedera. Petugas medis dan sukarelawan kesulitan menjangkau korban karena padatnya massa, sehingga harus menggunakan sepeda motor untuk memberikan pertolongan pertama. Ambulans baru dapat mendekat dan mengangkut warga yang tumbang dan cedera setelah kerumunan benar-benar menyusut sekitar pukul 22.40 WIB.
Fasilitas Publik Jadi Korban
Sayangnya, gelombang solidaritas ini juga menyisakan duka bagi wajah kota. Sejumlah fasilitas publik menjadi sasaran pengrusakan. Water barrier (pembatas jalan berisi air) dibakar massa di sekitar Mako Brimob Solo. Tidak hanya itu, pot-pot tanaman yang menghijaukan kawasan Manahan juga dirusak. Ironisnya, pot tanaman tersebut merupakan hibah yang baru saja dipasang tiga hari sebelumnya oleh Pemkot Solo.
Beberapa halte bus juga tidak luput dari aksi vandalisme, dengan coretan-coretan dan tulisan hujatan kepada polisi. Kerusakan ini menyisakan pekerjaan rumah tambahan bagi pemerintah kota dan tentunya merugikan kepentingan bersama.
Wali Kota Solo Menyampaikan Permintaan Maaf
Merespons kerusakan yang terjadi, Wali Kota Solo, melalui keterangan pers di Balai Kota, menyampaikan permohonan maafnya yang mendalam. Beliau secara khusus meminta maaf kepada Rotary Club selaku penyumbang pot tanaman yang baru saja dipasang.
“Saya mohon maaf ke Rotary Club yang baru saja menyumbang pot jadi rusak. Nanti kami segera selesaikan dan kami mohon maaf kepada warga Solo yang hari ini ada gerakan sosial yang merusak fasilitas,” paparnya. Wali Kota juga berjanji akan segera melakukan perbaikan dan pemulihan terhadap semua fasilitas yang rusak, mengembalikan keindahan dan kenyamanan Kota Solo untuk seluruh warganya.





