Larangan Tegas untuk Aremania: Suporter Arema FC Dilarang Hadir di Kandang Persis Solo, Pengamanan Ketat Disiagakan
Surakarta- Menjelang laga panas Persis Solo kontra Arema FC pada Minggu (28/9) mendatang di Stadion Manahan, Solo, keputusan tegas dikeluarkan oleh polisi. Suporter tim tamu, Aremania, secara resmi larang untuk datang ke Kota Solo. Kebijakan ini diberlakukan menyusul belum adanya izin (lampu hijau) dari PT LIB selaku operator liga bagi kunjungan suporter away.

Baca Juga : Kondisi Memilukan Monumen Gesang Di Balik Kemeriahan Solo Safari
Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Engkos Sarkosi, menegaskan bahwa larangan ini akan ditegakkan dengan serius. Untuk memastikan pertandingan berjalan lancar, ratusan personel gabungan akan dikerahkan dan disiagakan di berbagai titik strategis. Pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ring 1 yang berada di dalam dan sekitar stadion, ring 2 di jalur pendekat, hingga ring 3 yang mencakup patroli keliling di seluruh kota.
“Kami akan tetap bekerja secara maksimal untuk pengamanan, meskipun secara historis tidak ada catatan konflik antara suporter Persis (The Maident) dan Arema (Aremania). Prinsip kami adalah antisipasi dan pencegahan, jadi penjagaan maksimal mutlak dilakukan,” jelas Engkos dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa.
Mengantisipasi Insiden Lalu dan Pemeriksaan KTP
Kewaspadaan polisi juga dilatarbelakangi oleh kejadian pada laga kandang Persis sebelumnya, di mana sejumlah suporter tim tamu dilaporkan berhasil lolos masuk ke dalam stadion. Untuk mencegah terulangnya hal tersebut, pemeriksaan identitas (KTP) akan dilakukan secara acak dan ketat terhadap para penonton yang mencurigakan.
“Pesan kami jelas: suporter lawan tidak diperkenankan datang ke Solo. Dalam pelaksanaan pengamanan nanti, kami tidak segan untuk memeriksa KTP. Jika terbukti berasal dari basis suporter Arema, mereka akan ditolak masuk,” tegas Engkos. Langkah ini diharapkan dapat menjadi filter efektif untuk memisahkan kedua kubu suporter.
Harapan untuk Laga yang Aman dan Kondusif
Di akhir pernyataannya, Engkos menyampaikan harapan agar pertandingan dapat berlangsung dengan aman, damai, dan lancar. Ia memohon kerja sama penuh dari seluruh suporter, terutama The Maident, untuk mematuhi semua peraturan yang berlaku.
“Kami juga mengingatkan untuk tidak membawa atau mengonsumsi minuman keras (miras). Bahkan, bagi yang mulutnya tercium bau miras, kami akan larang masuk ke stadion. Poinnya jelas: dilarang keras membawa miras, narkoba, dan senjata tajam. Mari bersama-sama menciptakan atmosfer sepak bola yang sportif dan beradab,” pungkasnya.
Larangan ini tentu menjadi perhatian serius bagi kedua kubu. Bagi Arema FC, dukungan dari lapangan mungkin akan berkurang, sementara bagi panitia dan kepolisian, ini adalah ujian untuk membuktikan efektivitas sistem pengamanan tanpa kehadiran suporter tamu. Semuanya berharap fokus dapat tertuju pada permainan indah di atas lapangan.





