, ,

Pengepul Rongsokan Di Solo Temukan Granat Tangan Aktif Di Kediamannya

oleh -1070 Dilihat

Geger Solo! Granat Tua Aktif Ditemukan di Tumpukan Barang Rongsokan

Berita Surakarta- Sebuah penemuan menegangkan terjadi di Kota Solo, ketika seorang pengepul barang rongsokan tanpa sengaja menemukan granat tangan aktif yang masih utuh di kediamannya, Kamis (18/9). Benda berbahaya peninggalan masa lalu itu sempat “tinggal” selama dua minggu di antara tumpukan besi bekas sebelum akhirnya diamankan oleh Tim Gegana Brimob.

Pengepul Rongsokan Di Solo Temukan Granat Tangan Aktif Di Kediamannya
Pengepul Rongsokan Di Solo Temukan Granat Tangan Aktif Di Kediamannya

Baca Juga : Muhammad Faaris Siswa Al Abidin Surakarta Lolos Final OSN IPS 2025

Awal Mula Penemuan

Gunawan (39), sang pengepul rongsok, mengisahkan bahwa granat tersebut ia peroleh sekitar dua minggu lalu saat membeli barang-barang bekas secara borongan senilai Rp 10 juta dari sebuah rumah di kawasan Singosaren, Kelurahan Kemlayan. Barang-barang itu ia angkut semua, mulai dari lampu-lampu tua hingga sebuah kemasan rokok berbentuk tabung yang menarik perhatiannya.

“Saya tidak menyadari sama sekali. Namanya juga sistem borongan, semua diangkut ke rumah saya di sini (Mojosongo) untuk dipilah,” ujar Gunawan, masih terlihat syok.

Ia baru menaruh curiga pada benda di dalam tabung rokok tersebut ketika memilah barang kemarin. Awalnya, ia mengira itu adalah barang antik kolektor karena terdapat tulisan tahun 1953. Namun, bentuknya yang menyerupai bom dalam film membuat hatinya was-was. “Dibukanya dari dua sisi. Sempat dikira barang antik, tapi kok bentuknya seram, kayak bom. Daripada salah langkah, saya putuskan langsung hubungi polisi,” tambahnya.

Langkah Cepat Pengamanan

Laporan Gunawan diterima Polsek Jebres sekitar pukul 16.00 WIB. Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, beserta anggotanya segera bergerak cepat ke lokasi di Kampung Debegan, RT 02/RW 5, Kelurahan Mojosongo. Mereka langsung melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi (police line) mengingat potensi bahaya yang sangat besar.

Tak lama berselang, sekitar pukul 16.15 WIB, Tim Gegana yang merupakan unit khusus penanganan bahan peledak tiba di lokasi. Dengan prosedur ketat dan peralatan khusus, tim memasuki rumah Gunawan. Hanya dalam waktu 10 menit, mereka berhasil mengamankan granat tersebut dan membawanya keluar dengan sangat hati-hati, telah ditempatkan dalam wadah pelindung (container) khusus.

Identifikasi dan Tindak Lanjut

Berdasarkan identifikasi sementara, granat tangan itu adalah granat aktif model kuno. Terlihat jelas karat yang menggerogoti bodinya, pin pengaman masih terpasang, serta terdapat logo bintang dan tulisan “HAND GRENADE AK II CONTAINER M4I”. Angka “1953” yang terpampang menunjukkan bahwa benda mematikan ini telah berusia puluhan tahun.

“Informasi sementara itu granat tangan keluaran tahun 1953. Apakah masih aktif atau tidak, itu wewenang Tim Gegana untuk mengeceknya lebih lanjut. Untuk keamanan, kita asumsikan semua benda seperti itu dalam kondisi aktif,” jelas Kompol Murtiyoko.

Granat kemudian segera dimasukkan ke dalam mobil khusus Gegana dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob di Gunung Kendil, Boyolali, untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. “Nanti akan dicek di Gunung Kendil. Jika memang ternyata masih aktif, maka akan langsung dilakukan prosedur penghancuran agar tidak membahayakan,” tegas Kapolsek.

Penyelidikan Awal

Mengenai asal-usul granat dari rumah di Singosaren, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman. “Kita belum dapat mengonfirmasi ke TKP awal karena Gunawan sendiri agak lupa lokasi pastinya, mengingat transaksi itu sudah terjadi dua minggu yang lalu. Ini masih kita dalami,” pungkas Murtiyoko.

Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang betapa berbahayanya memilah barang rongsokan tanpa pengetahuan yang memadai. Berkat kewaspadaan dan sikap bertanggung jawab Gunawan yang segera melaporkan, potensi musibah besar yang dapat merenggut nyawa berhasil dicegah.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.