Surakarta – Anggota DPR RI Ono Surono menyoroti kondisi kemiskinan dan aktivitas pertambangan yang terjadi di kawasan Argasunya, Kota Cirebon, yang dikenal sebagai salah satu daerah rawan pangan. Menurutnya, situasi ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar warga tidak semakin terpuruk.
Kondisi Kemiskinan yang Mengkhawatirkan
Ono mengungkapkan, Argasunya masih menghadapi permasalahan kemiskinan yang kompleks, mulai dari rendahnya pendapatan warga, terbatasnya akses pendidikan, hingga minimnya lapangan pekerjaan. Hal ini membuat sebagian besar warga sulit memenuhi kebutuhan pangan secara layak.
“Argasunya ini wilayah rawan pangan, tapi warganya juga harus berhadapan dengan keterbatasan akses ekonomi. Ini harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah,” ujar Ono.
Tambang yang Beroperasi di Tengah Permukiman
Selain kemiskinan, Ono juga menyoroti keberadaan aktivitas tambang di sekitar wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan tambang yang dekat dengan permukiman berpotensi memperparah kerusakan lingkungan dan memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan tambang harus dikaji secara matang, terutama terkait izin, dampak sosial, dan lingkungan.
“Tambang boleh saja ada jika sesuai aturan, tapi jangan sampai merugikan masyarakat sekitar. Apalagi kalau wilayah itu masuk kategori rawan pangan, tentu ini kontradiktif,” tambahnya.

Baca juga: Giri Ramanda Apresiasi Kejati Sumsel Sita Uang Tunai Rp 506 Miliar Dalam Kasus Kredit Bank BUMN
Dorongan Solusi Nyata dari Pemerintah
Ono mendorong pemerintah kota dan provinsi untuk segera mengambil langkah strategis, mulai dari program pemberdayaan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, hingga rehabilitasi lingkungan di sekitar tambang.
Selain itu, ia mengusulkan adanya program ketahanan pangan berbasis lokal yang melibatkan warga setempat, seperti pertanian perkotaan (urban farming) atau peternakan skala kecil, agar kebutuhan pangan bisa terpenuhi secara mandiri.
Harapan untuk Masa Depan Argasunya
Dengan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Ono optimistis Argasunya dapat keluar dari status daerah rawan pangan. Namun, ia menekankan bahwa langkah nyata harus segera dilakukan agar permasalahan kemiskinan tidak semakin mengakar.
“Jangan sampai kita membiarkan masalah ini berlarut-larut. Warga berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, akses pangan yang cukup, dan peluang ekonomi yang layak,” pungkasnya.





