, ,

Hasanuddin: Tugas TNI Bertambah, Jaga Ketahanan Siber dan Narkoba

oleh -988 Dilihat

Surakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Tb. Hasanuddin, menegaskan bahwa tantangan dan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke depan semakin kompleks. Tidak hanya menjaga pertahanan wilayah darat, laut, dan udara, TNI kini juga dituntut berperan aktif dalam menghadapi ancaman nonmiliter, seperti serangan siber dan peredaran narkoba yang semakin masif.

TNI Hadapi Era Perang Hibrida

Menurut Hasanuddin, perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap ancaman pertahanan. Perang modern tidak lagi sekadar berbentuk kontak fisik, melainkan juga menyasar ruang digital melalui serangan siber.

“TNI harus siap menjaga kedaulatan negara di dunia maya. Serangan siber bisa melumpuhkan sistem pertahanan, ekonomi, hingga komunikasi. Inilah yang membuat peran TNI di bidang siber semakin penting,” jelas Hasanuddin dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).

Ancaman Narkoba Dinilai Sama Berbahayanya

Selain siber, Hasanuddin menyoroti peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia sebagai ancaman nyata terhadap pertahanan negara. Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga berpotensi melemahkan sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung pertahanan.

Hasanuddin
Hasanuddin

Baca juga: Modus Restorasi, Motor Rekan Malah Dibongkar dan Dijual Online

“Jika generasi muda kita dirusak narkoba, bagaimana bangsa ini bisa bertahan? TNI harus ikut terlibat bersama aparat lain dalam upaya pencegahan, pengawasan, dan pemberantasan narkoba,” tegasnya.

Kolaborasi dengan Aparat Sipil

Hasanuddin menekankan bahwa dalam menjalankan tugas tambahan ini, TNI tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta kementerian dan lembaga terkait lainnya menjadi mutlak diperlukan.

“Pertahanan negara bukan hanya soal senjata, tapi juga bagaimana kita melindungi generasi bangsa dan infrastruktur penting dari ancaman,” ujarnya.

Dorongan Penguatan Kapasitas

Sebagai anggota DPR, Hasanuddin menyatakan pihaknya akan mendorong pemerintah untuk memperkuat kapasitas TNI, baik dari sisi sumber daya manusia, alutsista, maupun sistem teknologi pertahanan.

“Kalau TNI diberi tugas tambahan, tentu harus diimbangi dengan dukungan anggaran, pendidikan, serta peralatan yang memadai. Tanpa itu, sulit bagi TNI untuk menjalankan peran ganda secara optimal,” pungkasnya.

Dengan semakin beragamnya ancaman, peran TNI kini tak lagi terbatas pada medan tempur tradisional. Penjagaan ruang siber dan perang melawan narkoba menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia di era modern.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.