Wali Kota Solo Gagas “Open Door Policy” untuk Program Makan Bergizi, Usai Sejumlah Kasus Keracunan
Surakarta- Menyikapi kekhawatiran masyarakat pasca sejumlah insiden dugaan keracunan massal yang melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Solo Raya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengambil langkah proaktif untuk bangun transparansi dan mengembalikan kepercayaan publik. Salah satu inisiatif utama yang akan diusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) adalah mengizinkan orang tua siswa untuk melakukan kunjungan langsung ke dapur-dapur penyedia makanan.

Baca Juga : Polisi Larang Aremania Hadiri Laga Persis Solo Vs Arema di Stadion Manahan
Gagasan ini muncul sebagai bentuk respons atas beberapa peristiwa yang sempat menghentak masyarakat. Pada pertengahan Agustus 2025 lalu, ratusan siswa, guru, dan karyawan di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG. Tidak berapa lama setelahnya, pada September 2025, dua insiden serupa juga terjadi di SMA Negeri 2 Wonogiri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Wonogiri.
“Pasca kejadian-kejadian tersebut, tentu timbul kekhawatiran, tidak hanya dari orang tua tetapi juga dari siswa sendiri. Kami ingin menghilangkan keraguan ini dengan cara yang terbuka,” ujar Gibran di Balai Kota Solo.
Transparansi Lewat Kunjungan Langsung
Gibran menekankan, jika BGN menyetujui, orang tua dari siswa penerima manfaat MBG akan diajak untuk melihat dari dekat proses pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Idenya adalah ‘tur orang tua’. Mari kita awasi bersama. Dengan melihat langsung kebersihan dapur, proses memasak, dan kualitas bahan baku, diharapkan kepercayaan orang tua bisa pulih. Ini adalah usulan konkret kami untuk menciptakan pengawasan yang partisipatif,” jelasnya.
Saat ini, di Kota Solo sudah terdapat 13 SPPG yang aktif beroperasi, sementara 11 SPPG lainnya telah mengantongi izin dan akan segera melayani. Gibran berharap, dengan melibatkan orang tua, program yang pada dasarnya sangat baik ini dapat berjalan dengan lebih aman dan terawasi.
Komitmen Zero Accident dan Keterbukaan Terhadap Masukan
Wali Kota yang akrab disapa Mas Gibran ini juga menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Solo untuk mencapai zero accident dalam pelaksanaan MBG. Ia mengaku sangat terbuka terhadap segala masukan dari orang tua, termasuk terkait variasi menu yang disajikan untuk anak-anak mereka.
“Prinsip kami adalah kehati-hatian dan partisipatif. Kami ingin masyarakat, khususnya orang tua, terlibat aktif. Masukan mengenai menu? Sangat kami harapkan. Ini program untuk anak-anak mereka, jadi suara mereka sangat penting,” tutur Gibran.
Tegas terhadap Kelalaian dan Pastikan Tidak Ada Pelepasan Tanggung Jawab
“Sepanjang pengawasan dan aduan yang masuk kepada kami, tidak ada praktik seperti itu di Solo. Kami memastikan bahwa hak-hak masyarakat terlindungi. Jika ada indikasi kerugian yang disengaja atau motif politis, kami akan bertindak tegas,” tegasnya.
Gibran mengungkapkan bahwa Satuan Tugas SPPG Kota Solo akan terus Bangun memperkuat koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, sekolah, dan tentunya orang tua siswa. “Komitmen kami jelas: zero accident. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama dan pengawasan dari semua pihak. Mari bersama-sama kita kawal program baik ini untuk masa depan anak-anak Solo yang lebih sehat,” pungkasnya menutup percakapan.





